By A Web Design

SAJIAN ISI

Singa Laut Dikeluarkan dari Daftar Satwa Terancam Punah

Singa lautSinga laut Steller timur, yang berkeliaran di wilayah West Coast antara Alaska sampai California, telah dikeluarkan dari Daftar Satwa Terancam Punah AS setelah populasinya kembali mengalami peningkatan selama beberapa tahun terakhir.

 

Departemen Perikanan National Oceanic and Atmospheric Administration's (NOAA) yang menangani masalah populasi spesies mengumumkan keputusan tersebut pekan ini setelah mengajukan peniadaan spesies singa laut itu dari daftar tahun lalu.

 

“Kami senang melihat pulihnya populasi singa laut Steller timur,” kata Jim Balsiger, pimpinan Departemen Perikanan wilayah Alaska NOAA, dalam sebuah pernyataan. “Kami akan bekerjasama dengan pihak negara bagian-negara bagian dan rekan-rekan lainnya untuk memantau populasinya guna memastikan kesehatan spesies itu.”

 

Singa laut Steller, yang memiliki nama ilmiah Eumetopias jubatus, merupakan spesies anjing laut bertelinga yang terbesar dari jenisnya. Hewan itu diburu untuk diambil daging dan kulitnya dan dibunuh oleh para nelayan yang menyalahkan hewan itu karena mencuri tangkapan mereka. Hewan itu masuk Daftar Satwa Terancam Punah pertama kali pada 1990 setelah muncul bukti yang menyebutkan bahwa spesies itu mengalami penurunan pesat selama beberapa dekade sebelumnya.

 

Menurut perkiraan para pakar biologi, jumlah singa laut Steller timur turun menjadi sekitar 18 ribu ekor pada akhir 1970-an. Namun pada 2010, populasinya kembali naik menjadi lebih dari 70 ribu ekor, seperti diungkapkan pejabat NOAA. Itu berarti rata-rata peningkatan sebesar 4,18 per tahun, melampaui kriteria pemulihan badan pemerintah tersebut.

 

Undang-Undang Satwa Terancam Punah, yang disahkan mantan presiden AS Richard Nixon, merupakan salah satu peraturan terkuat dalam gerakan lingkungan di era 1970-an. Ketika hewan mendapatkan perlindungan di bawah undang-undang ini, para ahli biologi dan petugas lingkungan hidup federal harus membuat sebuah rencana penting bagi singa laut Steller timur, yang direvisi pada 2008, menetapkan tingkat pertumbuhan populasi tahunannya menjadi 3 persen.

 

Pejabat federal mengatakan mereka akan terus bekerja dengan para pengelola kehidupan laut pemerintah negara bagian di Alaska, California, Oregon dan Washington untuk memantau ancaman potensial terhadap singa laut, termasuk kemungkinan ancaman tertabrak kapal, eksplorasi energi, perusakan habitat, dan kegiatan nelayan. Pejabat Departemen NOAA mengatakan bahwa mereka menyelidiki alasan populasi hewan itu di wilayah timur telah pulih sedangkan singa laut Steller barat masih sama.
Oleh Megan Gannon, Editor Berita LiveScience

 

 

By A Web Design

GAPKI : Indonesian Palm Oil Association

Redaksi

Gedung SQUASH Manggala Wanabakti
Jl. Gatot Subroto Jakarta Telp. (021) 97959584,
(021) 5703246 EXT.5244 FAX: (021) 5705092
EMAIL: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. (Bag. Iklan)

UA-39363824-2 (UA-39363824-2)